UNGGULANLaporan
Apr 2026Tim Riset Rantai Lestari32 mnt baca

Indeks Transparansi Rantai Pasok Sawit Indonesia 2026

Pemetaan komprehensif transparansi rantai pasok sawit dari kebun hingga pabrik — mencakup 312 perusahaan dan 2,860 sertifikat valid.

Ringkasan Eksekutif

Laporan ini menyajikan pemetaan komprehensif terhadap tingkat transparansi rantai pasok minyak sawit Indonesia, melibatkan 312 perusahaan dari tingkat perkebunan hingga pabrik pengolahan.

Temuan utama menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi sistem traceability digital sepanjang 2025–2026, terutama di segmen korporasi besar.

Metodologi

Data dikumpulkan melalui tiga jalur utama:

  1. Verifikasi sertifikat dari lembaga ISPO, RSPO, dan ISCC
  2. Survei lapangan di 48 unit manajemen perkebunan
  3. Analisis dokumen dari sistem pelaporan keberlanjutan perusahaan terbuka

Temuan Kunci

Adopsi Sertifikasi

Dari 312 perusahaan yang dianalisis, 68% memiliki minimal satu sertifikasi aktif per Maret 2026. Distribusi sertifikasi:

  • ISPO: 54% perusahaan
  • RSPO: 31% perusahaan
  • ISCC: 18% perusahaan
  • Kombinasi (≥2 sertifikasi): 22% perusahaan

Traceability Digital

Adopsi sistem traceability digital meningkat 2,4× lipat dibanding 2023. Namun, hanya 34% dari sistem tersebut memungkinkan penelusuran hingga tingkat kebun (plot-level traceability).

Rekomendasi

Untuk mempercepat transparansi rantai pasok, laporan ini merekomendasikan:

  • Standarisasi format data traceability antar lembaga sertifikasi
  • Insentif fiskal bagi pekebun mandiri yang mengadopsi sistem pencatatan digital
  • Penguatan kapasitas auditor lokal untuk verifikasi data lapangan