Indeks Transparansi Rantai Pasok Sawit Indonesia 2026
Pemetaan komprehensif transparansi rantai pasok sawit dari kebun hingga pabrik — mencakup 312 perusahaan dan 2,860 sertifikat valid.
Ringkasan Eksekutif
Laporan ini menyajikan pemetaan komprehensif terhadap tingkat transparansi rantai pasok minyak sawit Indonesia, melibatkan 312 perusahaan dari tingkat perkebunan hingga pabrik pengolahan.
Temuan utama menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi sistem traceability digital sepanjang 2025–2026, terutama di segmen korporasi besar.
Metodologi
Data dikumpulkan melalui tiga jalur utama:
- Verifikasi sertifikat dari lembaga ISPO, RSPO, dan ISCC
- Survei lapangan di 48 unit manajemen perkebunan
- Analisis dokumen dari sistem pelaporan keberlanjutan perusahaan terbuka
Temuan Kunci
Adopsi Sertifikasi
Dari 312 perusahaan yang dianalisis, 68% memiliki minimal satu sertifikasi aktif per Maret 2026. Distribusi sertifikasi:
- ISPO: 54% perusahaan
- RSPO: 31% perusahaan
- ISCC: 18% perusahaan
- Kombinasi (≥2 sertifikasi): 22% perusahaan
Traceability Digital
Adopsi sistem traceability digital meningkat 2,4× lipat dibanding 2023. Namun, hanya 34% dari sistem tersebut memungkinkan penelusuran hingga tingkat kebun (plot-level traceability).
Rekomendasi
Untuk mempercepat transparansi rantai pasok, laporan ini merekomendasikan:
- Standarisasi format data traceability antar lembaga sertifikasi
- Insentif fiskal bagi pekebun mandiri yang mengadopsi sistem pencatatan digital
- Penguatan kapasitas auditor lokal untuk verifikasi data lapangan